- Ю оጹι եνուሄаሀገзո
- Ик ոջዛйецωйኃт
- Չуշ ጪиςоτи акαπ
KE. Kinge (1860) dalam Han Sam Kay mengelompokkan batu permata yang dijadikan perhiasan dalam lima belas kelas sebagai berikut : 1. Batu permata Kelas I, Nilai Keras antara 8 s/d 10 2. Batu Permata kelas II, Nilai Keras antara 7 s/d 8 3. Dia keluarkan sebentuk cincin laki-laki bermata batu berwarna biru langit dengan taburan permata di
Blog / Wedding Ideas / 7 Permata Alternatif Berlian yang Perlu Dipertimbangkan untuk Cincin Pertunangan Anda oleh Dewi Mayangsari Mei 16, 2022 2300 di Wedding Ideas Tambahkan ke Board Saat diharuskan untuk mencari cincin pertunangan, nyatanya mayoritas calon pengantin kerap dilanda kebingungan dengan banyaknya pilihan cincin yang tersedia. Apalagi, jenis dan model yang ditawarkan mungkin saja belum begitu familiar di telinga mereka, sehingga periode pemilihan cincin pertunangan pun bisa memakan waktu yang tidak sebentar. Demi menjatuhkan pilihan yang tepat pada sebuah batu permata, kuncinya adalah dengan memahami bagaimana karakteristik dan gaya hidup Anda sehari-hari. Umumnya, berlian sering dianggap sebagai pilihan yang klasik untuk sebuah cincin pertunangan, namun alternatif berlian menawarkan keunikan tersendiri, baik dari sisi bentuk ataupun semburat warna. Bila Anda lebih menyukai cincin dengan desain batu permata yang tidak biasa, maka opsi alternatif berlian adalah pilihan yang ideal. Selain dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, deretan permata alternatif berlian juga akan menjadi focal point yang mampu menarik perhatian banyak orang bila dikenakan pada rutinitas sehari-hari. Sebelum Anda memantapkan pilihan pada sebuah alternatif berlian, pastikan batu permata tersebut memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk dikenakan dalam aktivitas harian Anda, mengingat tidak semua alternatif berlian cocok untuk menjadi teman dari segala rutinitas. Kemudian, tentukan juga sebuah warna yang benar-benar merepresentasikan diri Anda. Batu permata non-berlian umumnya menyajikan aneka warna yang tidak terbatas, mulai dari rona lembut hingga yang paling berani sekalipun. Nah, berikut tujuh alternatif berlian yang dapat dipertimbangkan untuk cincin pertunangan. Aquamarine Sesuai namanya, aquamarine dikenal sebagai batu permata non-mulia yang memiliki karakteristik warna lembut layaknya laut biru. Aquamarine sendiri umumnya dihiasi oleh warna kebiruan yang relatif lebih terang. Jenis permata yang satu ini akan terlihat memesona bila disematkan pada logam emas putih ataupun perak. Semburat rona biru ala aquamarine merupakan representasi dari simbol kemurnian, harapan, dan kesetiaan. Negara Brazil diketahui menjadi sumber utama dari permata aquamarine berkualitas tinggi. Sebagai bagian dari keluarga beryl, aquamarine juga mengantongi level kekerasan yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 7,5-8 pada skala mineral Mohs. Sementara itu, nilai dari sebuah batu aquamarine biasanya tergantung pada kedalaman warna dan jumlah beratnya, seperti 1 karat aquamarine yang dibanderol dengan harga 675 USD atau setara Rp9,8 juta. Emerald Emerald begitu identik dengan warna hijau murni yang memukau. Jenis permata yang satu ini kerap ditemukan dalam berbagai koleksi perhiasan. Sebagai salah satu batu yang paling berharga, emerald juga memiliki rating kekerasan hingga 7,5 pada skala mineral Mohs. Artinya, jenis batuan dengan level seperti ini memerlukan perawatan yang lebih saat akan dikenakan ataupun disimpan. Emerald telah dipercaya menjadi permata yang terkuat dan melambangkan keabadian cinta. Ada begitu banyak mitologi dan pengetahuan yang tersimpan dalam permata emerald, mulai dari Cleopatra hingga Aristoteles. Bahkan, di zaman kuno, batu ini kerap diandalkan sebagai media terapi oleh anak-anak dari keluarga bangsawan agar mereka senantiasa terlihat sehat baik dari segi fisik maupun mental. Itulah yang membuat emerald semakin istimewa, terutama untuk cincin pertunangan Anda. Morganite Morganite telah menjadi salah satu dari banyaknya batu permata paling populer yang digunakan sebagai cincin pertunangan belakangan ini. Warna morganite sendiri merupakan perpaduan halus antara merah muda dan oranye yang memiliki karakteristik layaknya salmon. Kelembutan rona yang dihasilkan membuat morganite sering dikaitkan dengan simbol keluguan, cinta, dan romansa. Ini dapat menjadi alternatif berlian yang menawarkan kemewahan dari kilau cahaya yang terpancar. Ditambah lagi, morganite termasuk ke dalam rentetan perhiasan dengan harga yang terjangkau, menjadikannya cocok untuk sebuah alternatif berlian dalam cincin pertunangan Anda. Morganite juga dapat dikenakan sehari-hari karena memiliki rentang kekerasan antara 7,5-8 skala mineral Mohs. Namun, Anda masih perlu menaruh perhatian yang ekstra agar permata morganite jauh lebih awet. Ruby Bila Anda menginginkan cincin pertunangan yang lebih menonjol, mungkin batu permata seperti ruby dapat menjadi pilihan yang sempurna. Berbanding terbalik dengan morganite yang cenderung lembut, ruby justru didominasi oleh warna merah muda yang jauh lebih tua, bahkan hampir mengarah ke merah darah. Selain itu, jenis alternatif berlian yang satu ini juga kerap dilambangkan sebagai bentuk gairah, kekayaan, dan kemakmuran. Ruby dinilai memiliki tingkat kekuatan yang jauh lebih tangguh ketimbang batu permata lainnya. Hal ini dibuktikan dengan level kekerasan Mohs pada ruby yang hampir mendekati sempurna, yakni bernilai 9 berlian asli mengantongi level 10 dari skala 1-10. Itulah mengapa batu permata ruby umumnya dihargai jauh lebih mahal ketimbang alternatif berlian lainnya. Tidak harus menjadi permata utama di bagian tengah, Anda juga bisa memoles ruby sebagai aksen yang menarik di bagian tepi batu dalam cincin pertunangan Anda. Sapphire Sapphire merupakan jenis batu permata serbaguna milik kristal korundum. Umumnya, ia dikenal sebagai batuan berwarna biru yang elegan. Namun, tidak hanya biru, sapphire juga hadir dalam berbagai variasi warna yang berbeda, mulai dari oranye, kuning, hitam, ungu, ataupun hijau. Ini adalah sebuah kelebihan yang jarang dimiliki oleh batuan lainnya. Jenis permata sapphire tentunya akan cocok untuk calon pengantin yang menyukai sentuhan klasik sekaligus kontemporer untuk cincin pertunangannya. Kualitas batu sapphire ditentukan melalui bentuk dan warnanya. Meski memiliki potongan yang berbeda, tetapi bentuk oval diyakini dapat menonjolkan warna vibran terbaik dari batuan sapphire. Permata ini juga dinilai sangat unggul karena mempunyai rating kekerasan mineral Mohs dengan skor 9, menduduki nomor dua setelah berlian asli. Artinya, cincin pertunangan dengan permata sapphire sangat cocok untuk sehari-hari. Amethyst Bila Anda adalah penggemar warna ungu, pertimbangan batu permata amethyst sebagai alternatif berlian yang ideal untuk cincin pertunangan Anda. Salah satu kelebihan amethyst yang sudah tidak diragukan lagi terletak pada harganya yang relatif terjangkau. Ini adalah kesempatan bagus untuk calon pengantin yang ingin menghemat anggaran lebih banyak. Meski terlihat menawan dari segi warna, rupanya amethyst hanya menyimpan nilai 7 pada skala kekerasan Mohs. Yang artinya, Anda harus benar-benar merawat permata ini dengan hati-hati. Karena nilai kekerasan yang cukup rendah, sejumlah ahli perhiasan bahkan menyebutkan jika amethyst tidak begitu direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari, mengingat jenis permata ini cenderung lebih halus dan mudah mengalami kerusakan. Nah, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik cincin amethyst dianjurkan untuk senantiasa memberi perhatian lebih, seperti melepas cincin sebelum mandi, tidak mengenakan cincin saat sedang beraktivitas berat, hingga menjauhkannya dari sinar matahari langsung. Opal Opal menjadi alternatif berlian terakhir yang perlu dipertimbangkan untuk cincin pertunangan Anda. Berbeda dari batu permata non-berlian lainnya, opal menyajikan sebuah batu putih susu dengan permainan warna yang memesona dari berbagai sisi. Tampilan opal yang menakjubkan membuat jenis permata yang satu ini semakin populer untuk dijadikan sebagai perhiasan. Sayangnya, opal hanya memiliki level kekerasan antara 5 hingga 6,5 saja dalam skala mineral Mohs. Inilah mengapa, opal cenderung lebih mudah berubah warna seiring berjalannya waktu. Kuncinya adalah dengan terus merawat opal saat akan memakai ataupun menyimpannya kembali. Itulah deretan alternatif berlian yang bisa Anda gunakan untuk cincin pertunangan. Nah, apakah Anda tengah mencari cincin lamaran berkualitas tinggi yang mampu merepresentasikan cinta Anda bersama pasangan? Kunjungi Jewelry Festival Kapan Nikah by CMK x Bridestory sekarang juga untuk mendapatkan ragam penawaran menarik dari lini perhiasan terkemuka, mulai dari Frank & Co., Mondial, hingga The Palace Jeweler. Berbagai koleksi perhiasan terlengkap siap untuk disuguhkan kepada Anda! Vendor yang mungkin anda suka Ikuti akun Instagram thebridestory untuk beragam inspirasi pernikahan Kunjungi Sekarang Kunjungi SekarangZamrudatau Emerald merupakan keluarga beryl; berillium aluminium silika dengan kromium, Be3Al2(SiO3)6::Cr dengan pertambahan kromium dan kadangkala vanadium yang memberi warna hijau yang cantik pada batu permata ini. Emerald dalam Bahasa Greek bermaksud "green germstone" (diambil dari perkataan dalam bahasa Perancis kuno "esmeralde"). Terdapat juga sumber mengatakan perkataan emerald berasal
Batu permata cincin adalah benda yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan pecinta perhiasan. Batu ini memiliki banyak ragam warna, mulai dari merah, kuning, biru, hijau, hingga hitam. Beberapa batu ini sangat langka dan sulit ditemukan, sehingga harganya pun sangat mahal. Batu Ruby Batu ruby adalah batu permata cincin yang memiliki warna merah terang hingga merah tua. Warna merah pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan kromium di dalamnya. Batu ruby dapat ditemukan di Sri Lanka, Thailand, Kamboja, dan Afrika Timur. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Safir Batu safir adalah batu permata cincin yang memiliki warna biru tua. Warna biru pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan titanium di dalamnya. Batu safir dapat ditemukan di Sri Lanka, Thailand, Kamboja, dan Afrika Timur. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Zamrud Batu zamrud adalah batu permata cincin yang memiliki warna hijau kebiruan. Warna hijau pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan kromium di dalamnya. Batu zamrud dapat ditemukan di Kolombia, Zambia, Zimbabwe, dan Brasil. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Topaz Batu topaz adalah batu permata cincin yang memiliki warna kuning hingga coklat. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan titanium di dalamnya. Batu topaz dapat ditemukan di Brasil, Meksiko, dan Rusia. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Ametis Batu ametis adalah batu permata cincin yang memiliki warna ungu kebiruan. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan mangan di dalamnya. Batu ametis dapat ditemukan di Brasil, Uruguay, dan Zambia. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Peridot Batu peridot adalah batu permata cincin yang memiliki warna hijau terang. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan magnesium di dalamnya. Batu peridot dapat ditemukan di Mesir, Pakistan, dan Arizona. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Aquamarine Batu aquamarine adalah batu permata cincin yang memiliki warna biru kehijauan. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan titanium di dalamnya. Batu aquamarine dapat ditemukan di Brasil, Madagaskar, dan Sri Lanka. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Garnet Batu garnet adalah batu permata cincin yang memiliki warna merah kecoklatan. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan aluminium di dalamnya. Batu garnet dapat ditemukan di India, Sri Lanka, dan Brasil. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Citrine Batu citrine adalah batu permata cincin yang memiliki warna kuning kecoklatan. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat besi dan titanium di dalamnya. Batu citrine dapat ditemukan di Brasil dan Spanyol. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Turmalin Batu turmalin adalah batu permata cincin yang memiliki warna-warni yang berbeda, mulai dari merah, pink, hijau, biru, hingga hitam. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti besi, aluminium, dan magnesium di dalamnya. Batu turmalin dapat ditemukan di Brasil, Nigeria, dan Tanzania. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Onyx Batu onyx adalah batu permata cincin yang memiliki warna hitam pekat. Warna pada batu ini berasal dari kandungan zat karbon di dalamnya. Batu onyx dapat ditemukan di Brasil, Meksiko, dan Pakistan. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Opal Batu opal adalah batu permata cincin yang memiliki warna-warni yang berbeda, mulai dari putih, merah, hijau, biru, hingga hitam. Warna pada batu ini berasal dari kandungan silika di dalamnya. Batu opal dapat ditemukan di Australia, Meksiko, dan Ethiopia. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Beryl Batu beryl adalah batu permata cincin yang memiliki warna-warni yang berbeda, mulai dari merah muda, biru, hijau, hingga putih. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti besi, magnesium, dan aluminium di dalamnya. Batu beryl dapat ditemukan di Brasil, Meksiko, dan Afghanistan. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Kunzite Batu kunzite adalah batu permata cincin yang memiliki warna merah muda hingga ungu muda. Warna pada batu ini berasal dari kandungan litium di dalamnya. Batu kunzite dapat ditemukan di Brasil, Meksiko, dan Afghanistan. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Jade Batu jade adalah batu permata cincin yang memiliki warna hijau kebiruan hingga putih. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti besi, nikel, dan aluminium di dalamnya. Batu jade dapat ditemukan di Meksiko, Guatemala, dan China. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Lapis Lazuli Batu lapis lazuli adalah batu permata cincin yang memiliki warna biru tua hingga ungu kehitaman. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti belerang, kalsium, dan aluminium di dalamnya. Batu lapis lazuli dapat ditemukan di Afghanistan, Rusia, dan Chile. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Tourmaline Batu tourmaline adalah batu permata cincin yang memiliki warna-warni yang berbeda, mulai dari merah, kuning, hijau, biru, hingga hitam. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti besi, magnesium, dan aluminium di dalamnya. Batu tourmaline dapat ditemukan di Brasil, Sri Lanka, dan Tanzania. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Alexandrite Batu alexandrite adalah batu permata cincin yang memiliki warna hijau kebiruan pada siang hari dan ungu kebiruan pada malam hari. Warna pada batu ini berasal dari kandungan berbagai zat seperti besi, titanium, dan kromium di dalamnya. Batu alexandrite dapat ditemukan di Rusia, Brasil, dan Tanzania. Batu ini juga sangat populer sebagai bahan perhiasan karena keindahannya dan ketahanannya. Batu Rhodolite Batu rhodolite adalah batu permata cincin yang memiliki warna merah muda hingga merah tua. Warna pada batu ini berasal dari kandungan besi dan magnesium di dalamnya. Batu rhodolite dapat ditemukan di Tanzania, Meksiko, dan