Sekitar 10 ribu penggemar K-pop dari 83 negara telah meminta perusahaan hiburan besar untuk bergabung dalam perjuangan global melawan perubahan iklim, meminta mereka untuk mengatur tur hijau dan menahan diri untuk tidak menggunakan plastik saat memproduksi album penyanyi. "Saat ini, ada lebih dari 100 juta Assalamu’alaikum.. Sebelumnya, maafin saya yang masih tidak bisa konsisten mengisi blog ini. Karena emang penyakit malas saya kadang suka kambuh, belum lagi emang blog ini sepi pengunjung yang akhirnya membuat semangat saya terus menurun. Mungkin pembaca akan bertanya-tanya dengan judul dan gambar yang saya pajang di postingan kali ini. Itu gambarnya kok bang agus? Eh, maksud saya Suga alias Min Yoon Gi. Ada yang kenal? Ya, saya juga belum kenalan langsung sih. Ketemu aja kagak pernah. Nah, menurut keterangan wikipedia, Min Yoon-gi lahir 9 Maret 1993; umur 24 tahun; Hangul 민윤기, lebih dikenal sebagai Suga, adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman. Ia adalah anggota dari grup idola pria Korea Selatan, BTS, yang dikelola oleh Big Hit Entertainment. Iya, dia itu seorang idol KPOP dari grup BTS. Dulu sebelum saya hijrah dari kpop, BTS itu adalah grup kegemaran saya. Tercatat sejak Oktober 2016 saya mulai menikmati lagu-lagu mereka setelah beralih dari grup lain sebut saja Super Junior, Bigbang, Infinite, Exo, dsb. Disinilah awal mula kecanduan parah saya terhadap KPOP. Meskipun saya sudah jadi penggemar KPOP sejak 2009, sekitar 8 tahun lalu, namun pada masa-masa awal saya hanya jadi penggemar modal warnet. Yang mana saya setia mendatangi warnet langganan untuk mendownload lagu-lagu dan mv mereka. Lalu ketika kuliah di UII, kasta saya naik satu tingkat jadi penggemar bermodal kuota dan merchandise KW. Bahkan saya dengan bangganya memakai kaos bertuliskan Ryeowook Super Junior kemana-mana dan kamar saya dipenuhi dengan poster-poster idola bonus majalah Gaul, yang bikin teman saya terbengong-bengong melihatnya. Lalu, ketika saya mulai jatuh hati dengan seorang aktivis lembaga dakwah, sebut saja dia Z, kefanatikan saya dengan KPOP mulai berkurang. Saya bahkan bela-belain terjun ke lembaga dakwah yang sama. Meskipun saat itu kondisi saya masih jauh dari gambaran ideal seorang akhwat, dimana saya masih setia dengan celana ketat dan jilbab paris yang tipis itu, namun saya memberanikan diri untuk masuk ke lingkungan orang-orang shaleh dan shalehah di lembaga dakwah tersebut. Motif awal saya agar bisa mengawasi si dia. Iya, saya akui, niat saya pada saat itu memang melenceng. Namun rupanya Allah punya rencana lain. Ketika saya resmi diangkat menjadi pengurus, si dia malah keluar dari lembaga dakwah tersebut, dengan dalih banyaknya amanah lain yang harus dia pegang. Terguncanglah waktu itu hati saya. Antara kecewa dan sedih. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Masa sih saya juga ikut-ikutan keluar? Dengan tiba-tiba? Nanti saya malah dicap buruk sama yang lain. Akhirnya, setelah membulatkan tekad, sayapun memutuskan untuk terus bertahan disana. Keterlibatan saya di lembaga dakwah membuat saya sedikit demi sedikit mulai melebarkan jarak antara diri saya dengan kpop. Apalagi setelah saya mulai ikutan ngaji/liqo. Ternyata memang lingkungan itu sangat berpengaruh dalam pembentukan diri kita. Ketika dikelilingi orang-orang shaleh, entah kenapa hati saya tergerak ke arah kebaikan. Melihat mereka yang jilbabnya syar’i, saya merasa kagum. Dalam hati berharap bisa seperti itu juga suatu hari nanti. MasyaAllah, ternyata doa saya terkabul. Tak lama kemudian, saya pun memberanikan diri untuk berpakaian syar’i dan meninggalkan pakaian ketat saya. Bisa dibilang inilah hikmah saya tetap berada di lembaga dakwah tersebut dan seiring berjalannya waktu saya pun mulai melupakan si dia dan berusaha meluruskan niat. Akan tetapi, namanya juga baru hijrah, ya ilmunya masih cetek. Banyak hal yang masih saya langgar karena ketidaktahuan saya. Dunia fangirl masih saya jalankan. Menikmati drama Korea masih saya lanjutkan. Intinya yang berubah baru penampilan luar, dalamnya belum benar-benar berubah. Karena semua itu butuh proses yang tidak instan. Iman saya sendiri masih suka naik turun. Kalau iman sedang turun, entah kenapa jadi malas datang pengajian, lalu ujung-ujungnya saya kehilangan kesempatan untuk belajar ilmu agama. Tahun 2014 adalah tahun yang berat. Bukan hanya karena saya punya tanggungan skripsi tapi juga karena ada banyak masalah yang menerpa saya ketika itu. Iman yang masih lemah dan ilmu agama yang kurang membuat saya menjadikan KPOP dan drama Korea sebagai pelarian mutlak. Wah, luar biasa sekali pokoknya. Tiada hari tanpa mendengarkan musik KPOP, terutama lagu-lagunya Exo. Tiada hari tanpa melewatkan drama Korea, bahkan saya bela-belain beli hardisk 1 TB hanya untuk mendownload drama-drama tersebut dari warnet. Tidak ketinggalan, saya juga ikut masuk ke dunia fanfiction yang bikin saya sering berkhayal-khayal sendiri kalau saya bakal menikah sama idola saya, atau at least sama oppa-oppa Korea. Ya kali di dunia nyata saya bakal dilamar sama idola, yang ada malah idola saya itu bahkan nggak tahu kalau saya hidup di dunia ini. Haha. Miris. Saya udah terjangkit penyakit delusi parah yang membuat saya jadi malas beraktivitas karena saya tidak mau berurusan dengan kenyataan. Kenyataan, bagi saya saat itu, terlalu pahit untuk dihadapi. Terjeratnya diri ini dalam dunia KPOP membuat saya menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas fangirling saya. Ibadah saya jadi nggak maksimal. Tanpa sadar saya telah dilalaikan oleh urusan yang tidak membuat diri ini lebih dekat kepada Sang Pencipta. Menjauh malah. Memang, tampaknya dari luar saya bahagia dan menikmati kegiatan itu. Namun, kalau boleh jujur, sebenarnya hati ini terasa kosong. Begitu kosong, sampai-sampai gejala-gejala depresi mulai terlihat pada diri saya. Saya hampir tidak pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada justru kekhawatiran dan kesedihan yang seringkali tiba-tiba saja datangnya, serta tak beralasan. Tapi entah kenapa sulit bagi saya untuk meninggalkan dunia KPOP karena dunia ini seakan sudah mendarah daging dalam diri saya. Obsesi terhadap KPOP mulai mereda saat tahun pertama saya di Taiwan. Pada saat itu memang cukup banyak teman-teman yang menjaga saya. Untuk beberapa saat lamanya saya sempat vakum dari dunia fangirling. Iman saya meningkat dan ada kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi hanya sementara, sampai teman-teman saya itu lulus dan satu-persatu kembali ke tanah air, meninggalkan saya seorang diri. Tidak ada lagi mereka yang menjaga dan mengingatkan saya dalam ketaatan. Rasa kesepian yang tak terbendung membuat saya kembali berkecimpung di dunia drama dan KPOP. Ini sebagai salah satu pelarian untuk menghibur diri yang tidak punya teman. Meskipun ada beberapa orang yang saya kenal, tapi kami tidak seberapa dekat, sehingga tidak ada yang bisa saya jadikan sebagai tempat berbagi. Waktu itu benar-benar terasa seperti tidak punya siapa-siapa disana. Rasanya sendirian. Lalu, ditengah perasaan sepi dan kosong itu, BTS hadir mewarnai hidup saya. Pada awalnya karena tidak sengaja mendengar lagu-lagu mereka di sebuah toko, lalu saya pun penasaran kepada mereka dan akhirnya mencari tahu. Kekepoan saya berujung fatal. Karena ketika saya sadar, tiba-tiba saya sudah menjadi fans berat mereka. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menemukan sebuah grup yang bisa menggambarkan perasaan saya begitu gamblang dalam lagu-lagunya. Itu membuat diri ini merasa terhubung dengan mereka. Perasaan kosong, ketidakjelasan arah hidup, rasa sakit dan penderitaan dalam mengejar mimpi yang mereka ungkap dalam lirik-lirik mereka, terasa begitu mirip dengan kisah hidup yang saya jalani. Salah satu member BTS, yaitu Suga, pernah melewati masa-masa gelap dalam hidupnya. Dia pernah menderita depresi dan punya pikiran yang mengarah kearah bunuh diri. Dia memang cuek dan keras dari luar, tapi sebenarnya, di dalam ia begitu rapuh. Dan itu.. entah kenapa, membuat saya berpikir bahwa sebenarnya kami berdua tidak jauh berbeda. Hal itulah yang mendasari rasa simpati saya pada sosok Suga ini dan semakin membuat saya mencintai BTS. Hanya saja, ada satu yang kurang. Mereka disisi lain menyemangati saya lewat musiknya, namun disaat yang bersamaan juga menjauhkan saya dari cahaya kebenaran. Ketika saya begitu asyik dengan kegiatan fangirling saya kepada mereka, saya jadi lupa dengan dunia nyata. Banyak tanggung jawab yang tanpa sadar saya lalaikan. Waktu yang harusnya bisa saya pakai untuk menambah amal pahala dan mengejar kesuksesan dunia akhirat, terbuang sia-sia karena saya sibuk menonton video-video mereka di Youtube, menstalk akun twitter mereka, membaca fanfiction tentang mereka dan lain sebagainya. Entah sudah berapa juta uang yang saya habiskan hanya demi mengoleksi CD-CD dan merchandise mereka, padahal sebenarnya uang itu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan lebih berkah, seperti ditabung untuk Umrah misalnya. Padahal rezeki itu Allah yang kasih, tapi malah rezeki itu dipakai untuk sesuatu yang membuat saya lalai kepada-Nya. Maka wajar jika Allah pun menegur saya dengan berbagai ujian setelah itu.. Kehidupan saya pun terasa sempit dan memburuk. Penyakit depresi saya semakin parah hingga saya harus menemui seorang psikolog. Psikolog tersebut tidak banyak membantu dalam pemulihan saya, ia hanya berusaha menyakinkan saya bahwa saya tidak kenapa-napa. Padahal saya kenapa-napa. Gimana tidak kenapa-napa kalau saya selalu insomnia setiap malam, merasakan kesedihan yang teramat sangat, tidak selera makan, sakit kepala dan dada ini terasa begitu sesak. Melalui itu semua membuat saya menderita dan merasa ingin mengakhiri penderitaan dengan cara-cara yang buruk. Jika bukan karena masih tersisa iman di hati, mungkin nasib saya sudah seperti Jonghyun SHINee. Tapi.. Alhamdulillah.. Allah masih sayang pada saya.. Di masa-masa yang berat itu, Ia kirimkan lagi teman-teman yang baik, yang mau mendampingi dan menguatkan saya. Yang pada akhirnya membuat saya kembali kepada Allah.. Dan memohon ampunan-Nya atas sikap saya selama ini.. Ternyata benar, bahwa obat paling mujarab untuk hati yang kosong adalah ketakwaan. Ketika saya berusaha untuk meningkatkan amal ibadah saya, sedikit demi sedikit kekuatan saya kembali dan saya pun berangsur-angsur pulih dari penyakit bernama depresi itu. Lantas siapa yang sanggup menguatkan diri saya kalau bukan Allah? Siapa yang sanggup membuat saya lebih sabar dan tabah dalam menjalani kesulitan kalau bukan Allah? Nyatanya, ketika saya mendengarkan lagu-lagunya Suga, tingkat depresi saya malah bertambah. Sebaliknya, ketika saya mendirikan sholat dan mendengarkan bacaan Qur’an, hati ini menjadi lebih tenang dan damai. Dari sini saya pun mengerti bahwa hati ini akan selalu cenderung kepada pemiliknya, yaitu Allah, karena memang sudah fitrahnya begitu. Maka wajar jika hati-hati yang tidak diisi dengan rasa takut dan tunduk kepada-Nya akan dipenuhi oleh berbagai penyakit. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk meninggalkan KPOP dan berhijrah dengan sepenuh hati saya. Apa-apa yang kita nikmati di dunia ini akan kita tinggal pergi juga. Mereka bersifat fana. Namun, amal yang kita lakukan tidak akan pernah terhapus dari catatan amal sampai kita mati. Kalau kita masih diberi umur, manfaatkanlah untuk hal-hal yang baik, agar kita kelak selamat ketika menghadapi hari penghakiman. Ingatlah selalu bahwa mata, telinga, mulut, dan setiap anggota tubuh kita ini semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk apa kita gunakan? Apa sudah sesuai dengan yang diperintahkan Allah di dalam kitab suci kita? Karena sesungguhnya segala sesuatu yang Allah titipkan kepada kita di dunia ini hanya boleh ditujukan untuk yang baik-baik saja, dimanfaatkan dalam rangka mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung halaman kita yang sebenarnya, yaitu akhirat. Teman-teman, saya tidak mengatakan bahwa KPOP itu sepenuhnya buruk. Tidak. Ada pelajaran yang bisa diambil dari mereka. Tapi, sebagaimana alkohol, mereka itu memabukkan. Meskipun peneliti mengatakan bahwa alkohol memiliki banyak manfaat tapi efek buruknya jauh lebih banyak. Demikian halnya dengan KPOP. Selama saya berkecimpung di dunia KPOP, bohong banget kalau saya bilang saya masih tetap murni dan polos. Otak saya sudah diracuni oleh KPOP dan drama Korea. Pemandangan abs-abs dan paha-paha mulus itu seperti hal yang biasa. Belum lagi fanservice yang menyerempet ke arah LGBT juga seperti sajian yang normal. Dan parahnya saya menemukan banyak anak-anak di bawah umur yang terang-terangan memposting cerita-cerita fanfiksi yang tak layak dan penuh kemesuman. Dunia KPOP itu memang memberikan kesenangan dan kebahagiaan, tapi semua itu semu dan sesaat saja sifatnya. Kita bilang minum alkohol itu haram, tapi kenapa kita masih menggemari orang-orang yang akrab dengan alkohol dalam hidupnya. Jangan jadi seseorang yang punya standar ganda. Hidup itu harus berdiri teguh diatas suatu prinsip, karena jika tidak, maka kita akan rentan terkena fitnah. Pilihlah role model yang tepat. Banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang bisa kita jadikan panutan diluar sana. Contohnya di zaman ini, ada Presiden Erdogan dari Turki. Jujur, saya salut dan kagum dengan beliau. Karena begitu banyak kontribusi-kontribusi yang beliau berikan untuk umat dan beliau adalah sosok yang tegas dan pemberani. Tokoh mana yang berani terang-terangan mengkritik Israel di depan muka Presiden Israel itu sendiri di acara Live? Lalu di Indonesia ada banyak sekali ustadz-ustadz yang luar biasa sekali ilmunya. Contohnya ustadz Adi Hidayat. Dan masih banyak lagi. Kalaupun masih belum bisa sepenuhnya meninggalkan KPOP, janganlah jadi fans fanatik. Sukailah mereka sewajarnya saja yang tidak perlu sampai menjadi bagian dari hidup kita. Percayalah, KPOP itu nggak menjamin apa-apa selain kerugian. Ya rugi waktu, ya rugi uang, ya rugi perasaan kalau idol kita ketahuan dating sama idol lain. Karena nyatanya KPOP tidak membuat diri saya menjadi lebih baik Karena nyatanya KPOP tidak bisa mengobati kesedihan saya sepenuhnya Karena nyatanya KPOP tidak bisa meringankan masalah saya Karena nyatanya ada korban berjatuhan dari para artis KPOP itu sendiri Jika memang musik itu bisa menenangkan jiwa, lantas kenapa Jonghyun memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri padahal ia sangat akrab dengan musik? Apa kalian pernah berpikir sampai kesana? 3 Cara Melihat Trending Twitter di Seluruh Dunia. Akhir Kata. 1. Cara Melihat Trending Twitter di Indonesia. Jika kamu mengisi informasi negara Indonesia saat membuat akun Twitter, maka biasanya Twitter mengatur secara default hashtag trending yang akan muncul adalah di Indonesia. Tapi kalau kamu masih bingung gimana cara melihatnya, ikuti
Jika Anda sudah lama menjadi penggemar K-pop, Anda pasti tahu bahwa genre ini bereksperimen dengan konsep-konsep yang keluar dari dunia ini. Terkadang, pernyataan itu cukup harfiah, karena banyak idola, baik solois maupun grup, telah memutuskan untuk mencoba tema luar angkasa. Berikut adalah delapan MV K-pop bintang yang mewakili kehidupan di luar bumi, dalam satu atau lain cara. 1. Stray Kids – “Astronot” Kita semua berpikir untuk melarikan diri ke suatu tempat yang jauh, tetapi Stray Kids membawanya ke tingkat berikutnya. Meskipun mengisyaratkan secara halus, visual bersama dengan liriknya meneriakkan “kosmik,” sementara para pria bernyanyi sepenuh hati tentang menjadi muda, liar, dan bebas berkeliaran di luar dunia terestrial mereka. 2. TWICE – “Sinyal” Dalam narasi ini, TWICE akan pergi ET. Para anggota diserang oleh UFO, memberi mereka kekuatan super. Mereka kemudian memutuskan untuk menggunakan hadiah baru mereka untuk memikat teman sekelas ekstraterestrial baru mereka. Diintimidasi oleh kegilaan mereka, siswa pulang, meninggalkan sembilan gadis asing kembali di planet Bumi. 3. BIGBANG – “BAE BAE” Jika Anda belum pernah mendengar tentang mahakarya ini sebelumnya, izinkan saya memandu Anda melewatinya. Dari patung malaikat hingga pengaturan luar biasa di seluruh MV, para anggota memiliki waktu dalam hidup mereka saat mereka mengadakan pesta mewah di suatu tempat di galaksi sambil menikmati kebersamaan yang tampaknya seperti surga, seperti yang dijelaskan dalam lirik mereka. . 4. LOONA – “Bintang” LOONA membiarkan bintang batin mereka bersinar terang dalam penampilan yang indah ini, dengan sinematografi yang sama indahnya yang membawa penonton dalam perjalanan ke luar angkasa. Yang membuat lagu ini lebih spesial adalah lagu ini ditujukan kepada seluruh fandom dan menjadi rilisan bahasa Inggris pertama grup tersebut. 5. BTS dan Coldplay – “My Universe” BTS tidak asing dengan dunia bintang, karena mereka sering bernyanyi tentang bulan dan matahari. Selain itu, mereka bahkan merilis “Mikrokosmos,” yang menunjukkan kecintaan mereka pada fandom mereka, ARMY. Dalam kolaborasi unik dengan Coldplay ini, para anggota tampil universal dalam menyampaikan apresiasi mereka kepada para penggemar, yang mereka soroti di sepanjang sajaknya. Video klipnya dengan indah menangkap energi kosmik dalam lagu ini. 6. Lee Suhyun AKMU – “Alien” Suhyun telah memilih konsep yang berani untuk memulai karir solonya, saat dia memeluk alien batinnya. Faktanya, sang artis menggambarkan dirinya di sepanjang lirik sebagai seseorang yang keluar dari dunia ini, dengan keunikan yang ditentukan oleh kekuatan super yang terlalu besar untuk planet Bumi. Visual secara lucu menceritakan kisahnya dan selanjutnya mendukung pernyataannya. 7. EXO – “Kekuatan” Jika ada yang melakukan keadilan konsep galaksi di industri K-pop, itu adalah EXO. Grup ini telah melakukannya sejak debut mereka dan alur cerita mereka berlanjut, kali ini di planet mereka sendiri. Para anggota melawan lawan mereka dalam upaya untuk mendapatkan kembali kekuatan super mereka dalam pertempuran luar angkasa yang menarik. 8. WJSN – “Rahasia” Untuk grup yang memiliki “kosmik” di namanya, lagu bertema luar angkasa tidak bisa dihindari. MV ini sendiri adalah penjelmaan kosmo, karena langit memberikan gambaran sekilas tentang apa yang terjadi di luar sana di galaksi. Para anggota sendiri memiliki aura surgawi yang sulit untuk diabaikan saat mereka menyanyikan kisah cinta yang halus. MV K-pop bertema luar angkasa mana yang menjadi favoritmu? Beri tahu kami di komentar di bawah! Esmee L. adalah seorang pemimpi, penulis, dan penggemar Hallyu yang hidup dari Maroko. .
Selama ini, masyarakat luas menilai santet, alias praktik jahat menyakiti orang dari jarak jauh sebagai aktivitas mistis. Namun, baru-baru ini Pesulap Merah membongkar bahwa sejatinya santet dilakukan bukan dengan kekuatan mistis, melainkan dengan racun.. Pemilik nama asli Marcel Radhival ini pun membeberkan cara santet mematikan yang

JENDELACIANJUR - BTS bukan hanya sekedar idola Kpop. Lebih dari itu, BTS adalah jembatan bagi sejumlah orang untuk bisa keluar dari krisis identitas. Apalagi, di tengah rasisme yang ternyata masih cukup kuat mengakar di sejumlah wilayah di dunia. Kesuksesan BTS yang mampu membuat lagu berbahasa Korea diterima secara global ternyata sudah mampu

PemprovYogyakarta secara resmi menaikkan UMP sebesar 3,54 persen dari tahun lalu menjadi Rp 1.765.000 di tahun 2021 mendatang. Akan tetapi, Yogyakarta tetap menjadi provinsi dengan UMP terkecil. Sementara itu pengeluaran rata-rata per kapita di provinsi tersebut untuk makanan dan non-makanan mencapai Rp 1.411.972.
Kpopini menuju hal yang spesifik yaitu dunia hiburan musik, mulai dari grup hingga yang solo. Awal Kpop diperkenalkan dimulai dengan debut penampilan kelompok Soe Taiji and Boys pada tahun 1992 dengan aliran musik rap, rock, dan techno Amerika. Menurut Wikipedia musik Kpop pada decade 90-an cenderung beraliran dance dan hiphop.

Kpoptelah berada di garis depan fenomena Korean Wave dan menarik jutaan penggemar di seluruh dunia. MoU dengan Binance diharapkan akan memungkinkan YG untuk memperluas pertumbuhannya di pasar NFT. Membuat NFT dengan cara yang ramah lingkungan adalah salah satu aspek yang ditekankan dari kolaborasi Binance dan YG.

PRDEPOK - Simak sinopsis Master Z: Ip Man Legacy yang hadir malam ini, Sabtu, 9 Juli 2022 di Bioskop Trans TV pukul 21.30 WIB.. Master Z: Ip Man Legacy adalah film seni bela diri asal Tiongkok yang rilis perdana pada tahun 2018.. Sebagaimana dikutip IMDb, film Master Z: Ip Man Legacy yang disutradarai oleh Yuen Woo-ping ini SiEga.
  • bt16eyiv7a.pages.dev/107
  • bt16eyiv7a.pages.dev/288
  • bt16eyiv7a.pages.dev/115
  • bt16eyiv7a.pages.dev/101
  • bt16eyiv7a.pages.dev/289
  • bt16eyiv7a.pages.dev/451
  • bt16eyiv7a.pages.dev/145
  • bt16eyiv7a.pages.dev/404
  • cara keluar dari dunia kpop